Pencemaran Semakin Mengkhawatirkan Baik Di Kota Maupun Desa

Dalam perdagangan pertamanya, harga saham PT Phapros Tbk naik menjadi Rp1.200 masing-masing dari harga asli Rp1.198 per saham. Gubernur Kalimantan Tengah, Sugianto Sabran, telah menegaskan bahwa ia tidak akan pernah memaksakan kesulitan pada investor yang ingin melakukan investasi di provinsi tersebut. Kehadiran investor dianggap penting dalam mendorong kemajuan pembangunan, ekonomi, dan membuka lapangan kerja, katanya di Palangka Raya pada hari Rabu.

Namun, penting untuk dicatat bahwa investasi yang masuk masih harus memenuhi semua persyaratan dan harus ramah lingkungan. Investasi seharusnya tidak menghentikan perkembangan dan membuat kesulitan pada orang-orang, katanya. Dia lebih lanjut menyatakan bahwa sampai sekarang, tidak ada rintangan yang diimplementasikan untuk investasi yang masuk. Sebaliknya, dia hanya selektif dalam mengeluarkan lisensi, terutama yang menyangkut pertambangan, perkebunan, dan kehutanan.

Pencemaran Semakin Mengkhawatirkan Baik Di Kota Maupun Desa. Sabran mengatakan bahwa dia tidak ingin izin yang dikeluarkannya menyebabkan kerusakan lingkungan di Kalimantan Tengah. Dia percaya bahwa kerusakan lingkungan dapat berdampak pada kemungkinan berbagai bencana yang terjadi, yang pada akhirnya dapat mengganggu perkembangan pembangunan dan mengganggu masyarakat. Pemerintah Provinsi memberikan kebebasan kepada investor untuk datang dan berinvestasi di Kalimantan Tengah, tetapi semua peraturan harus dipenuhi, mulai dari izin hingga analisis dampak lingkungan (Amdal), dan itu masih harus dipertimbangkan, tegasnya.

Gubernur Kalimantan Tengah telah memerintahkan Kantor Lingkungan Hidup, serta Kantor Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Dinas Perkebunan, dan Dinas Kehutanan untuk memantau semua perusahaan yang telah melakukan investasi di provinsi tersebut. Dia menambahkan bahwa peningkatan pengawasan adalah upaya untuk meminimalkan terjadinya pelanggaran, termasuk menjaga terhadap kerusakan lingkungan.

Instansi terkait dapat berkoordinasi dengan polisi dan mencari tahu siapa yang menyebabkan pencemaran lingkungan. Jika mereka menemukan pelanggaran dan tahu siapa pelakunya, mereka dapat segera mengambil tindakan dan memberikan sanksi sesuai dengan aturan yang berlaku, Sabran menjelaskan. Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Darmin Nasution pada hari Rabu meluncurkan program untuk mengembangkan Santripreneur dan Petani Muda di Pondok Pesantren Pemberdayaan Umat, dari Yayasan Jam'iatul Hidayah, di Ciampea, Kabupaten Bogor.

Pengembangan Santripreneur dan Petani Muda adalah bagian dari program kemitraan ekonomi komunitas Muslim yang diprakarsai oleh Institut Pertanian Bogor milik negara (IPB) bersama-sama dengan Yayasan Medco di bawah taipan bisnis Arifin Panigoro, dan Kantor Menteri Koordinator untuk Urusan Ekonomi yang didukung oleh lembaga perbankan nasional.

Darmin mengatakan program untuk mengembangkan santri (siswa Pesantren) dan petani muda berkontribusi pada visi pembangunan ekonomi yang adil untuk mengatasi ketidakseimbangan di sektor pertanian.

Program ini akan membantu pengembangan potensi Pesantren yang memiliki potensi bisnis terutama di sektor pertanian, perkebunan, dan peternakan, katanya.

Penjabat Rektor IPB Prof. Agus Purwito mengatakan sektor pertanian masih menghadapi sejumlah tantangan di tengah banyak peluang yang dimiliki Indonesia seperti bonus demografi, tenaga kerja besar, Revolusi Industri 4.0 dan potensi sebagai kekuatan ekonomi dunia.

#######################################################################################################################################################################################################################################################################################################

Tantangannya meliputi fakta bahwa petani merupakan 46,2 persen dari penghasilan terendah orang Indonesia, menurunnya jumlah rumah tangga pertanian sebesar 16,3 persen dalam dekade terakhir, dan rendahnya minat anak muda Indonesia dalam bertani.

Agus mengatakan IPB telah menetapkan visi untuk menjadikan kampus 'universitas kewirausahaan techno-sosial' di garis depan dalam memperkuat martabat bangsa melalui pendidikan tingkat tinggi di bidang pertanian, kelautan, bio-ilmiah tropis. Salah satu tujuannya adalah untuk menghasilkan techno-sociopreneurs terampil yang diharapkan dapat memimpin dan menggerakkan perekonomian Indonesia, kata Agus.

Sementara itu, pendiri Yayasan Madco Arifin Panigoro mengatakan Pesantren Jam'iyyatul Hidayah telah dipilih sebagai tempat untuk meluncurkan program untuk mengembangkan santripreneur dan petani muda karena Pesantren lebih lengkap dan lebih siap dalam peralatan, fasilitas dan infrastruktur.

Tempat ini lengkap memiliki dua pusat pelatihan untuk santripreneur, kata Panigoro, menambahkan tanahnya luas, ada kolam dan peternakan. Program untuk mengembangkan santripreneur dan petani muda juga berkontribusi terhadap program pemerintah di Jawa Barat - 'satu desa satu perusahaan' dan satu pesantren satu produk '.

Pemerintah Jawa Barat mendorong para santri untuk bertindak sebagai agen perubahan untuk mengembangkan sektor pertanian, kata sekretaris administrasi daerah Jawa Barat Iwa Karniwa.

Pemerintah pusat telah menunjuk Radin Inten II di Branti, Kabupaten Lampung Selatan, Provinsi Lampung, dengan status internasional. Dengan pemberian status internasional, Bandara Radin Inten II.

0 comments


Post a Comment

Pencemaran Semakin Mengkhawatirkan Baik Di Kota Maupun Desa